Kamis, 11 September 2014

Aku mendapatkan dari status
facebook
dan terusterang ini membuatku terharu. Seharusnya kisah ini dalam bahasa Inggris tetapi aku lebih suka mengartikannya dalam bahasa kita, karena putriku harus ikut membacanya agar ia tahu betapa beruntungnya ia masih memiliki ayah.
Gadis kecil itu sedang bersiap-siap ke sekolah, ia menghabiskan sarapan paginya penuh semangat. Hari ini adalah hari dimana ia harus berbicara tentang ayah. Ibu kelihatan kuatir karena tahu apa yang hadapi putrinya nanti. Ia berbisik agar si kecil yang ceria tak usah masuk sekolah saja hari ini, tetapi si anak berkuncir dua itu hanya tertawa dan berkata ini’”ini kesempatan memberitahu teman-temanku siapa sebenarnya ayahku, ibu”
Mereka tiba di ruang pertemuan sekolah. Ruangan itu ramai dengan para ayah yang menemani putra-putri mereka, malah beberapa dari ibu mereka juga ikut mendampingi. Hanya si gadis kecil yang duduk bersama ibunya. Ibunya menunduk menyembunyikan kegalauan sementara si putri sibuk menyapa teman-temannya dengan riang.
Satu persatu anak-anak maju ke depan, bercerita tentang ayah mereka. Si gadis kecil memperhatikan dengan seksama membuat si ibu semakin gundah. Tangannya yang gemetar tak mampu mengusir kekuatiran menunggu giliran si gadis kecil.
Akhirnya tibalah giliran si gadis kecil. Saat ia berdiri, sang ibu sempat ragu namun si gadis kecil meraih tangannya dan mengajaknya ke depan. Mereka berjalan di tengah pandangan sinis orang-orang yang berbisik “ayah macam apa yang tak bisa menemani putrinya di hari sepenting ini.” Si ibu duduk di mana seorang ayah seharusnya duduk menemani si gadis kecil dan di depannya si gadis kecil memulai kisahnya tentang ayah.
“Ayah yang kukenal bukanlah ayah yang menemaniku bermain bola, bukan ayah yang bisa menciumku setiap saat dia inginkan, bukan ayah yang bisa kusambut ketika ia pulang kerja, juga bukan ayah yang bisa membelaku saat aku diganggu anak yang nakal, dia juga bukan ayah yang bisa menemaniku saat aku sedang sakit, bahkan ayah tak pernah mengucapkan selamat ulang tahun untukku walaupun sekali saja. Tetapi bukan karena ayahku jahat atau terlalu mementingkan pekerjaannya, ayahku mungkin terlalu baik hingga Tuhan ingin ayah bersamaNya. Aku tak membenci Tuhan karena aku tahu Tuhan sangat sayang padaku dan Ayah, Tuhan pasti punya rencana lain untuk kami hingga ia memisahkan aku dan ayah.”
Gadis kecil terdiam dan memandang kesekelilingnya, menatap wajah-wajah di hadapannya, “Ayah memang tak pernah ada di sisiku, tapi ia menemaniku setiap saat. Setiap kali aku bersedih, aku hanya tinggal menutup mataku sejenak dan memanggil namanya. Ia akan datang meskipun cuma aku yang tahu karena hatiku merasakannya. Ketika aku rindu menatap wajahnya, foto ayah akan menemaniku dalam tidur. Ayah memang tak bisa mengajariku bermain ataupun belajar, tapi ia mengajariku menjadi anak yang mandiri karena aku tak punya ayah yang membantuku, aku belajar menjadi anak yang berani karena tak ada ayah yang membelaku, aku belajar menjadi anak berprestasi karena aku ingin ayahku bangga di surga sana, aku ingin berhasil menjadi dokter karena aku ingin ibu punya alasan untuk melanjutkan hidupnya.”
Lalu ia diam sejenak, menutup mata dan berbisik, “aku beruntung karena ada ibu yang menemaniku, yang membantuku mengenal ayah sejak aku bayi dan aku tahu ayah ada di sini, melihatku dengan senang karena aku sudah memperkenalkannya pada semua agar semua orang tahu betapa berartinya ayah bagiku. Suatu hari nanti jika aku bisa bertemu dengannya di surga, aku akan berkata aku mencintainya dan selalu bangga menjadi anaknya.”
Semoga Para ayah sekarang menyadari betapa berartinya kehadiran mereka untuk anak-anak mereka. :)

Air mata Ayah

Hari itu dia tersenyum
Namun air mata tetap mengalir di pipinya
Bagaimana mungkin seorang gadis kecil akan mengerti
Dulu memang aku bisa kau bohongi
Sekarang aku yang tersenyum
Namun air mata ku tetap mengalir
Aku bukan lagi gadis kecil yang bisa kau bohongi
Tahukah kau aku telah menjadi dewasa?

Arti air matamu sama seperti air mataku
Kita hanya berusaha saling menguatkan
Meskipun aku tak pernah mendengar kau lemah
Tapi aku tahu kau bahkan lebih dari itu
Jika suatu hari nanti aku datang
Akankah kau membohongiku lagi?
Semua terserah padamu
Karena aku juga pasti akan melakukannya lagi
Tapi berjanjilah ayah
Kau akan tetap mengatakan kau menyayangiku dalam senyummu
Karena aku pun akan melakukan itu untuk mu
Airmata Ayah – oleh toel88 alumudem

Puisi Dari Seorang Anak (Perempuan) Palestina

Puisi ini berasal dari seorang anak kecil (perempuan) Pelastina yang mana di saat itu situasi sungguh sangat memprihatinkan. Untuk judul puisi tersebut aku belum menemukannya, karena puisi tersebut aku dapat ketika aku menonton video tentang penderitaan negara Palestina yang aku dapat dari teman sekelasku ketika semester 1-3.

Ini dia puisinya:

Ayah..!, kata mereka kau penjahat
Walau sebenarnya kau bukanlah penjahat,
Ayah..!, mengapa mereka jauhkan aku darimu?
Mereka menangkapmu tanpa memberi kesempatan untuk menciumku
Atau mengusap air mata ibu.

Ibu..!!, aku melihat air mata di kelopak matamu setiap pagi.
Apakah Pelestina tidak berhak diberi pengorbanan…??
Setiap hari aku bertanya kepada Matahari.

Ibu, apakah Ayah akan kembali pada suatu hari
Ataukah dia akan pergi selamanya sampai hari kiamat
Tanpa dapat mengusap air mata ibu yang terus menetes setiap hari..??
Wahai ayah, dimanakah engkau…??

Ooh… bayi-bayi yang terjajah,
Hari raya demi hari raya silih berganti
Dan bayi-bayi terus terlahir,
Dan para syuhada berguguran silih berganti.
Tapi ayah masih dibelenggu di balik jeruji besi,
Dalam sel sempit yang bahkan tak layak dihuni Budak.
Kapan hari kemenangan dan kehancuran penjara-penjara itu…??

Malulah kalian…
Malulah kalian…
Malulah kalian…

Aku ingin Ayah pulang
Aku ingin Ayah pulang
Aku ingin Ayah pulang

Puisi Untuk Ibu Dan Istri Kita

Jadi teringat sama ibu dan istri nih... Maafkan aku, jika aku suka menyinggung perasaan kalian.
================
Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya. “Ibu, mengapa Ibu menangis?”. Ibunya menjawab, “Sebab aku wanita”. “Aku tak mengerti” kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti….”

Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya. “Ayah, mengapa Ibu menangis?, Ibu menangis tanpa sebab yang jelas”. sang ayah menjawab, “Semua wanita memang sering menangis tanpa alasan”. Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.

Sampai kemudian si anak itu tumbuh menjadi remaja, ia tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis. Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, “Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?”

Dalam mimpinya ia merasa seolah Tuhan menjawab, “Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali ia menerima cerca dari anaknya itu. Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa.
Kepada wanita, Kuberikan kesabaran untuk merawat keluarganya walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak.

Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap akesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.

Dan akhirnya Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapan pun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya air mata ini adalah air mata kehidupan”.

Ketika wanita menangis,
Itu bukan berarti dia sedang mengeluarkan senjata terampuhnya
Melainkan justru berarti dia sedang mengeluarkan senjata terakhirnya..

Ketika wanita menangis,
Itu bukan berarti dia tidak berusaha menahannya
Melainkan karna pertahananya sudah tak mampu lagi membendung air matanya..

Ketika wanita menangis,
Itu bukan karna dia ingin terlihat lemah
Melainkan karna dia sudah tak sanggup berpura-pura kuat..

Ketika wanita menangis,
Bukan berarti dia ingin mencari perhatian
Melainkan karna apa yang dia perhatikan telah mengabaikannya..

Ketika wanita menangis,
Bukan berarti dia mengharapkan belas kasihan
Melainkan karna dia sedang mengasihani dirinya sendiri..

Ketika wanita menangis,
Bukan berarti dia ingin membuat sesuatu yang dia tangisi merasa bersalah
Melainkan karna dia tidak tau kesalahan apa yang membuat keadaan menjadi sedemikian..

Ketika wanita menangis,
Bukan berarti dia sedang memancing kepedulian semua orang terhadapnya
Melainkan justru karna dia tau , bahwa tidak akan ada orang yang peduli..

Ketika wanita menangis,
Janganlah engkau menganggapnya wanita lemah ataupun tukang cari perhatian
Karna engkau jugalah yang menyebabkan air mata itu mengalir di pipinya..

Dan ketika wanita menangis,
Janganlah kau menghukumnya dengan meninggalkannya begitu saja
Karna dia tidak mampu membawa berjuta tetes air matanya sambil mengejarmu..

Semoga kita bisa mengambil hikmahnya.

Puisi Orang Tua buat Anak


Anakku
Kau adalah permata terindah dalam hidupku
Tiada yang lebih membuatku bahagia selain hadirmu
Karena kau adalah berkat Tuhan dalam hidupku
Anakku
Senyummu, tawamu, candamu begitu menghiburku
Hilang semua penat ketika kau hadir
Semangatku bekerja menjadi lebih berkobar
Anakku
Kuberikan nama indah untukmu
Itu adalah doa, harapan dan cintaku untukmu
Ku ingin kau seperti itu saat dewasa nanti
Anakku
Aku tak berharap kau membalas semua yang telah kulakukan untukmu
Aku hanya ingin kau mencintaiku Seperti aku sangat mencintai
Anakku
Jika dewasa nanti, jadilah orang yang berguna dan mandiri
Aku tak ingin hidupmu menyusahkan siapapun
Karena itu semua yang kau butuhkan telah aku persiapkan.
Anakku
Apapun yang terjadi di hidup ini teruslah melangkah
Jangan berhenti karena halangan
Sebab kau pasti bisa melalui itu semua
Dengan teguh pada iman dan percaya pada kelebihanmu
Anakku
Aku tak akan pernah melupakanmu atau meninggalkanmu
Karena kaulah nafasku, hidupku dan pelitaku
Dan aku rela berkorban untuk kebahagiaanmu
Karena aku sangat mencintaimu
From
Ayah dan Ibu
Siapa yang sedang jatuh cinta? cinta yang satu ini bukan untuk lawan jenis yang anda suka, penasaran? Cinta adalah sesuatu yang indah yang terkadang sulit untuk di ungkapkan. Mungkin bagi anda yang pernah mngatakan cinta pada seseoranga bukan perkara mudah tap dengan mengungkapkan cinta anda akan merasa lega. Apalagi cinta pada orangtua biasanya lebih sulit jika di bandingkan mengatakan cinta pada wanita atau pria yang kita cintai sekarang. Kebanyakan anak perempuan akan menjadikan ibu sebagai sumber ilmu utama dalam menjalani hidup. Sebab itu, ibu adalah refernsi yang paling dekat dengan apa yang dimiliki oleh anak perempunan untuk mendefinisikan diri sebagai perempuan.
Layaknya hubungan dengan pacar, hubungan anak dan orangtua pasti sering mengalami perselisihan karena ini juga yang membuat hubungan ibu dan anak tidak mulus. Namun, di balik itu semua ada banyak makna dan arti cinta ibu dan anak perempuannya dalam berbagai hal dan aktivitas sebagai wanita. Cinta ibu dan anak bisa di lihat dari komunikasi yang tetap menjaga interaksi yang baik utnuk keduanya. Ini berarti orang tua tidak harus selalu marah dan mengatur anak tapi akan tercipta bahasa cinta keduanya.

Arti cinta ibu dan anak perempuannya sebagai bukti kasih sayang yang utuh:

Untuk ibu

  • Dengarkanlah
Berikan ruang bebas untuk anak agar anak dapat mengekspresikan apapun yang di rasakan karena anak adalah individu yang utuh dengan menghargainya, kita telah membekali anak perempuan kita dengan kesadaran menghargai orang lain.
  • Berikan keberanian untuk mandiri
Mandiri bisa di awali dengan kepercayaan orang tua pada anak karena anak kita akan menghargai hidup dengan bertanggung jawab atas dirinya.

Untuk anak perempuan

  • Hargai ibu
Dengan menghargai ibu, sebagai anak perempuan akan merasakan banyak hal yang nantinya akan di rasakan juga dengan begitu orang lain pun akan menghargai diri.
  • Berbagi ceritalah dengan ibu
Sebagai anak perempuan pasti kita akan menceritakan tentang segala baik sedih, bahagia, bingung dengan luapan emosi dan perasaan yang berbeda.
  • Bersahabatlah dengan ibu
Bersahabat tidak hanya untuk teman tapi orang petama yang harus dan akan menjadi sahabat adalah orang tua terutama ibu. jadi lakukan dan berikan yang terbaik untuk ibu.


Detil info baca disini: http://duniaanak.org/perkembangan-anak/arti-cinta-ibu-dan-anak-perempuannya.html

Kumpulan puisi Ayah

Kumpulan puisi Ayah ini memuat beberapa contoh puisi tentang seorang Ayah. Puisi yang dibuat oleh seorang anak untuk seorang ayah yang telah tiada ini sangat menyentuh hati.
Dari Hati untuk Pahlawan Hidupku
(Untukmu Seorang bapak)

Puisi Ayah karya Ibnu Abhi


Meski suaramu

Tak semerdu nyanyian lembut seorang ibu
Kau membingkaiku dengan nada nada ketulusan
Yang mengantarkan hatiku. . .
Menuju lembah tinggi. .
Bernama kedamaian
Meski sentuhanmu tak selembut belaian suci seorang ibu
Namun dengan dekapanmu. . .
Ku terhangatkan dengan kasihmu
Ku terlenakan
Dengan cintamu

Tangisku berderai

Kala ku ingat ucapan indahmu menimangku
Kala ku sentuh tubuh letihmu menjagaku

Seperti karang menjaga debu pasir

Kau jaga aku. . .
Kau lindungiku
Dari kotoran raga dan jiwa yang kan basahiku. .
Kau rela di terpa deburan buih
Yang berlalu
Demi aku
Demi anakmu. . .

Seakan tak pernah lelah

Kau hapuskan tetes air mataku
Seakan tak pernah bosan
Kau redamkan aku dari tangisan

Ku urai hati ini

Untukmu
Untuk segalanya yang tlah kau labuhkan pada dermaga hidupku
Hanya sebentuk puisi
Dari ketulusan hati
Untukmu bapakku
Terima kasih. . . .


UNTUKMU AYAHKU

Puisi Ayah karya Dina Sekar Ayu


Di keheningan malam..

Datang secercah harapan...
Untuk menyambut jiwamu datang...
Sebercik harapan agar kau kembali pulang..
Hanya sepenggal kata bijak yang bisa kutanamkan...
Duduk sedeku, tangan meminta, mulut bergoyang, jatuh air mata...
Tapi apalah daya..
Semua harapan hilanglah sirna..
Karena kau telah tiada..
Ayahku tercinta..


Aku merindukanmu Ayah

Puisi Ayah karya Umii Kulsum


Ayah..

Kini ku rasakan hidup tanpamu
Aku sepi hidup tanpa mu
Namun ini harus ku jalani
Walau terasa sangat berat ku jalani

Ayah...

Terima kasih atas semuanya
Semua kasih sayang yang kau curahkan
Semua pengorbanan yang kau lakukan

Ayah...

Kini aku merindukanmu
Merindukan saat-saat bersamamu
Merindukan kasih sayang darimu

Ayah...

Ingin rasanya aku berjumpa denganmu
Walau hanya dalam mimpiku
Walau hanya memandang wajahmu

Saat ku butuh ayah

Saat ku rindu ayah
Hanya selembar foto peninggalmu
Yang dapat mengobati rasa rinduku

Tuhan..

Sungguh aku tak pernah rela kehilangan dia
Namun aku sadar semua ini milikimu
Dan akan kembali kepadamu

Tuhan...

Jagalah dia selalu
Bahagiakan dia di sisimu
Karena dia adalah ayah terbaikku

Selamat jalan ayah

Semoga engkau bahagia di sisi-Nya
Semoga kita dapat berkumpul lagi di dalam surga-Nya
Nantilah aku ayah...

Aku sangat merindukanmu ayah...



Segurat Bayangan Tua

Puisi Ayah karya Fatkuryati


Teduhnya sore ini hampir menampakkan kemuning senjanya,,

mengaburkan lamunan yang sesekali menciptakan kebisuan,,
ada segurat bayangan tua dibenakku,
mengintaiku seolah ingin menghancurkan puing-puing lamunan itu,,
sebuah bayangan klise tersenyum dengan kerut di pipinya,,
0h Tuhan,,
senyum itu adalah senyum yang dulu biasa ku lihat setiap saat,,
senyum yang slalu bisa ku miliki,,
dan senyum dari seseorang yang selalu mampu buat hati ini bergetar..

ayah,,

aku tau,, kau datang untuk menjengukku...
Memastikan keadaanqu..
Meskipun hadirmu hanya dalam bentuk klise,,
tapi aqu tetap merasa kau nyata...


Hilangmu,, Piluku

Puisi Ayah karya Fatkuryati


Seandainya,,,

Matahari itu adalah rasa intimku dengan ayah
Aku tak tahu bagaimana menghadirkan kembali matahari itu
Satu-satunya matahari yang terbit kemarin
telah ditelan garhana berkepanjangan
Apakah ini cemburu,,,???
Entahlah,, aku tak tahu....
Aku hanya merasakan rasa memilikiku terusik oleh seseorang
yang seharusnya tak boleh mengganggu keintimanku dengan ayah
Tapi,, aku tak bisa mencegahnya
Sorot langkahnya begitu yakin untuk mengambil ayah dari pelukanku....
Jika memang aku harus membiarkanmu hilang,,
Tak apa...
Piluku kini mungkin akan sirna nanti..